• IDENTIFIKASI & ANALISA POTENSI BAHAYA KEBAKARAN
  • Oleh : joko wardoyo

 

  • Identifikasi Bahaya

Ilustrasikan pertanyaan :

  1. Apakah ada potensi kebakaran ?
  2. Seberapa besar potensi dan kemungkinannya?
  3. Apa akibat kebakaran ?
  4. Bagaimana program pencegahan dan penanggulangannya jika terjadi kebakaran ?

 

  • Identifikasi Bahaya

Tujuan identifikasi bahaya :

  • Mengetahui potensi bahaya kebakaran yang ada ditempat   kerja.
  • Mengetahui lokasi dan potensi kebakaran .
  • Sistimatika Identifikasi Potensi Bahaya
  • Metodologi identifikasi bahaya
  1. Catatan Rekaman Data Kebakaran

Data Insiden/kejadian kebakaran yang pernah terjadi sebelumnya baik pada perusahaan itu sendiri maupun kejadian kebakaran di tempat lain.

  1. Survey potensi

Survey terhadap semua kondisi yang dapat menimbulkan kebakaran dengan menggunakan daftar periksa:

  • Material

Membuat daftar semua material secara kwantitatif dan kwalitatif dengan kondisi dan kemungkinan kebakaran yang ditimbulkan

  • Peralatan Proses

Mengiventarisasi semua proses dan peralatan yang berpotensi untuk terjadinya kebakaran.

  • Kondisi Lingkungan

Membuat daftar semua kondisi lingkungan kerja yang mempunyai kemungkinan menimbulkan kebakaran

  • TERBAKAR DAN TEWAS –
    Menara Bank Indonesia (BI) di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, yang terletak di belakang Gedung BI lama, terbakar Senin (8/12). Dalam kebakaran tersebut 15 orang tewas.
  • Resiko Pemadam Kebakaran
  • WHAT IF ANALYSIS

Metoda sederhana yang dapat digunakan dalam identifikasi bahaya adalah what if analysis : teknik identifikasi bahaya secara sistematis dengan menggunakan kata dasar what if ….

KelebihanTeknik identifikasi ini:

  • Sangat efektif digunakan pada tahap awal kegiatan (feasibility study)
  • Sebagai tahap saringan untuk melaksanakan analisa secara mendalam dengan menggunakan teknik-telmik lainnya.
  • Memerlukan sumber daya manusia lebih sedikit dalam waktu yang lebih pendek.
  • Dapat digunakan oleh manajemen sebagai bahan pengambilan keputusan dengan sumberdaya dan biaya terbatas
  • Teknik what if mengunakan kata tanya what if untuk berbagai hal misalnya :
  • What If bila pompa mati mendadak
  • What If bila reaktor tiba – tiba bocor.
  • What If bila mesin pesawat mati.
  • What If bila terjadi blow out.
  • What If bila tiba – tiba tekenan boiler naik
  • What If bila tanki bocor
  • What If bila pipa ke pompa pecah
  • dan lain – lain.
  • What If Work Sheet
    Equipment Name:       /Work place : Ruangan Kelas
  • Analisa Potensi Bahaya
  • Manfaat analisa potensi bahaya :
  • Dapat menentukan sumber dan penyebab timbulnya bahaya.
  • Dapat menentukan metoda mengatasi potensi berbahaya.

 

  • Tahapan dalam analisa bahaya adalah sebagai berikut:
  • Merumuskan Potensi Bahaya Pada Masing-Masing Sumber Bahaya.
  • Menentukan frekwensi /probabilitas terjadinya kebakaran tersebut
  • Analisa Akibat

Analisa akibat didefinisikan sebagai suatu evaluasi tentang akibat yang ditimbulkan terhadap manusia, harta benda atau lingkungan jika, terjadinya kebakaran .

  • Menentukan frekwensi /probabilitas terjadinya kebakaran tersebut
  • Analisa Frekwensi/Probabilitas secara-kulitatif
  • Tinggi atau High (Terjadi lebih dari 1 kali per tahun)
  • Medium (Terjadi 1 kejadian per 1 – 100 tahun)
  • Rendah atau Low (Terjadi 1 kejadian per 100 –1000 tahun)
  • Analisa Tingkat Keparahan secara kuantitatif
  • Kebakaran akibat kegagalan komponen tunggal seperti: kegagalan pipa, kegagalan relief valve atau untuk kegagalan suatu sistem seperti kegagalan sistem otomatis untuk mencegah meluapnya tangki, maupun kebakaran di alat transportasi & gedung .
  • Program Pengendalian Bahaya

Program pengendalian bahaya kebakaran adalah upaya yang diperlukan untuk pencegahan dan penangulangan resiko kebakaran

  • Lingkup kegiatan :
  • Lingkungan Fisik
  • Manusia
  • Peralatan
  • Sasaran :
  1. “Engineering” (Rekayasa)
  2. “Education” (Pembinaan)
  3. “Enforcement” (Pelaksanaan)
  4. “Enthusiasm” (Semangat)
  5. Engineering

Engineering atau rekayasa berhubungan dengan perencanaan peralatan industri seperti proteksi kebakaran.

 

  1. Education (Pembinaan)

Pembinaan adalah suatu peranan penting dalam mengupayakan pencegahan kebakaran yang optimal, karena proses ini merupakan kegiatan yang menuju peningkatan pengetahuan dan ketrampilan para karyawan.

  • Inspeksi K3 kebakaran
  • House Keeping yang baik
  • Safe work practice (cara–kerja yang aman)
  • Pelatihan dsb

 

Bentuk pembinaan ini dimaksudkan agar setiap orang dapat bertindak aman dalam melakukan pekerjaannya.

  1. Enforcement (Pelaksanaan)
  • Kepatuhan dan ketaatan dalam bentuk tindakan dan perbuatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran merupakan indikator keberhasilan pelaksanaan program
  • Kunci utama adalah dukungan dari Top Management.

 

Dukungan yang diperlukan berupa :

  1. Komitmen : suatu tekad atau kesanggupan dari pimpinan puncak yang dituangkan secara tertulis dengan singkat berisi kebijakan dan sasaran perusahaan dibidang pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
  2. Personil : personil yang mempunyai wawasan aspek potensi kebakaran.
  3. D a n a : Semua kegiatan yang menggunakan sarana, sumber daya manusia dan teknologi tidak akan terlepas dari kebutuhan dana.
  4. Partisipasi

Partisipasi berdasarkan tugas dan tanggung jawab diantara tingkat jenjang jabatan, karena unsur pencegahan kebakaran harus masuk kedalam semua kegiatan yang ada disuatu perusahaan.

Kunci keberhasilan unsur partisipasi ini tergantung dari keterlibatan Top Manajemen karena dengan aktifnya Top Manajemen dalam bidang pencegahan kebakaran akan diikuti oleh eselon-eselon dibawahnya.

 

Contoh partisipasi Top Manajemen :

  • Mengadakan pertemuan untuk membahas pencegahan dan penanggulangan kebakaran
  • Mengadakan inspeksi
  • Melakukan tindak lanjut laporan kegiatan pencegahan keebakaran dsb
  • Enthusiasm (Semangat)

Semangat karyawan dalam melakukan pekerjaan sebenarnya tidak akan terlepas dari faktor dominan yang ada didalam perusahaan itu sendiri, walaupun ada juga faktor luar yang mempengaruhi.

 

Faktor utama meningkatkan semangat adalah karena faktor kenal dan imbalan seperti :

  • Pengenalan program yang berhubungan dengan keselamatan
  • Pemberian reward
  • Penempatan pegawai sesuai dengan kebutuhan secara psikologis terhadap pekerjaan
  • Kesempatan ikut menyumbangkan usul/saran