Menjadi relawan membuat saya sadar bahwa mengeluh itu tidak akan menyelesaikan masalah, tidak akan mengubah keadaan menjadi lebih baik, dari situ kita dituntut untuk berusaha, bahkan hingga keluar dari zona nyaman kita demi memperbaiki keadaan yg ada. menjadi relawan membuat saya sadar, jika tak sepenuhnya hidup saya adalah yang paling menderita ketika saya diterpa berbagai masalah, karena sesungguhnya masih banyak orang yg tak seberuntung kita. Kita masih punya rumah untuk berteduh, kita masih ada makanan untuk mengenyangkan perut, kita masih ada teman yang bisa kita ajak bicara, kita masih punya keluarga, bahkan kita semua yang disini memiliki gadget yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dan mengakses segala informasi dengan cepat dan mudah. Beruntunglah kalian, karna diluar sana masih banyak yang tak seberuntung kalian.

KOMUNITAS RELAWAN INDEPENDEN (K.R.I) merupakan sekumpulan orang yang memiliki pandangan, hobi dan minat yang sama dalam aksi-aksi kemanusiaan, yang bersifat cair tanpa harus mengorbankan aktivitas utamanya, yaitu menjalani kehidupan untuk keluarga dan masyarakatnya. Artinya disini, tidak harus memaksakan turun ke lokasi bencana manakala situasi dan kondisi pribadi tidak memungkinkan. Anggota KRI yg notabene pekerja(tukang kuli panggul,bangunan,bakulan,kantor,tkg becak,satpam,petani dll) mahasiswa/smu dan banyak latarbelakang.

Kontribusi anggota dalam giat bisa dalam bentuk ide,tenaga,donasi.
Keanggotaan di KRI jg bukan karena TERPAKSA/PAKSAAN. Itu yang namanya komunitas, bertukar ide bisa di mana saja. Dengan tidak mengurangi keseriusan dalam bertindak. Sebagai “RELAWAN” ngobrol santai tanpa beban rasanya lebih enjoy dan lebih hidup dalam berbagi ide, sambil ngopi/wedangan bareng di angkringan, pinggir sawah atau mana saja.

Ketemu, ngobrol, kadang muncul ide “liar” yang bisa buat kemajuan kemanusiaan. Di sini, setiap anggota boleh melontarkan gagasan/ide terkait dengan issue-issue kebencanaan, penghijauan, baksos & masalah sosial lainnya sebagai dampak dari terjadinya bencana, lalu mendiskusikannya berdasar kesetaraan yang demokratis. Jika ada yang perlu disempurnakan, akan dibahas bersama-sama. Masing-masing tidak diharamkan untuk mendokumentasikan kegiatan apa saja kemudian mengunggahnya di media sosial sebagai upaya promosi eksistensi kemanusiaan.

Begitu juga kegiatan komunikasi dengan teman-teman pegiat K.R.I diberbagai daerah perlu kiranya dipersering, walau hanya melalui facebook, whatsapp, sms dan bbm. Ini penting, karena K.R.I bukan organisasi biasa yang sangat cair dan luwes sifat keanggotaan dan kegiatannya. Selanjutnya K.R.I akan menjadi tempat bertemu bagi anggotanya untuk saling belajar, berbagi informasi dan pengalaman, atau belajar bersama tentang apa saja seputar kebencanaan dan kerelawanan. Sebagai organisasi sosial yg fleksible anggota K.R.I sangat luwes dalam melakukan komunikasi, koordinasi dan konsultasi untuk merancang aksi kemanusiaan tanpa harus memaksakan diri. Semuanya mengalir begitu saja mengikuti perjalanan sang waktu.

KRI telah hadir di beberapa kota di Indonesia untuk ikut mengibarkan bendera KEMANUSIAAN. Mengulurkan tangan untuk menolong sesama.

Salam tangguh
Salam rescue
Salam kemanusiaan
Salam kere hore
AVIGNAM JAGAD SAMAGRAM

semangatttt pagiiii 💪💪💪💪💪