Komunitas Relawan Independen Karanganyar atau biasa di sebut KRI Karanganyar, pada Hari minggu Tanggal 17 juni 2017 mengadakan sebuah pelatihan untuk meningkatkan skill pertolongan di air atau biasa disebut dengan Water Rescue.

Komunitas Relawan Independen Karanganyar sendiri menggandeng Sarkab Karanganyar sebagai pihak yang melatihnya, dikarenakan Sarkab Karanganyar sendiri sudah mumpuni dan hal pertolongan di air tersebut.
Selain dari Komunitas Relawan Independen Karanganyar dan juga dari Sarkab Karanganyar juga ada perwakilan dari komunitas AGL atau Anak Gunung Lawu yang ikut serta mensuport acara Water Rescue tersebut.

Komunitas Relawan Independen Karanganyar menilai bahwa kegiatan atau pelatihan semacam ini sangat penting dan dibutuhkan dikarenakan Posisi Komunitas Relawan Independen Karanganyar sendiri berada di lingkungan Bengawan Solo. Bahkan seringkali melihat Banyaknya laka air baik dikarenakan kelalaian masyarakat sendiri maupun karena hal yang lainnya, sehingga menjadikan komunitas relawan independen dituntut untuk bisa menangani atau membantu laka tersebu dan harus mempunyai kemampuan dalam hal “water rescue”.

Pada Pelatihan water rescue atau pertolongan diair tersebut komunitas relawan independen sendiri telah menurunkan sekitar 10 personil. Dan untuk materi sendiri mulai dari pengenalan alat yang digunakan yaitu, kapal karet atau sering disebut LCR, dayung, engine, pelampung dan helm. Dimulai dari kapal karet atau LCR terbagi menjadi beberapa bagian, dek bawah, lambung kanan dan lambung kiri, dan buritan. Dek bawah berfungsi sebagai tempat untuk korban, Lambung kanan dan kiri ini berfungsi sebagai tempat rescuer untuk memantau pencaharian korban dan driver yang biasanya dibagian buritan.

Bagian buritan sendiri berada pada bagian belakang yang biasanya ada dek untuk menempatkan engine yang berfungsi sebagai penggerak. Dalam pencaharian korban, komunitas relawan independen kali ini menggunakan LCR berukuran kecil yang bisa muat 4 – 5 orang. teknik untuk pencaharian korban diwaduk dengan mengendarai LCR. Yang pertama bila korban belum ditemukan sekitar 1 – 2 hari dilakukan teknik pengeboran yaitu kapal lcr manuver dengan membentuk huruf O agar korban bisa muncul dipermukaan dan segera dimasukan dalam kantong jenazah langsung diletakan di dek bawah LCR, selanjutnya diserahkan pada yang berwajib.
Pelatihan tersebut sangat bermanfaat bagi komunitas relawan independen guna membantu masyarat sekitar jika ada laka air.

#guyuprukun
#salamtangguh
#salamkemanusiaan
#avignamjagadsamagram

(Editor/IsNA kri-KARANGANYAR/Doc.2017/KRI/Water_Waduk_Delingan)