Dalam rangka memperingati dan mengisi hari Sumpah Pemuda, Komunitas Relawan Independen Karanganyar mengadakan giat berupa Ekspedisi Gunung Lawu atau pendakian Gunung Lawu pada Tanggal 27 – 28 Oktober 2017. Giat pendakian tersebut di ikuti oleh berbagai elemen Masyarakat dan beberapa perwakilan Komunitas lain dan dari pihak-pihak pemerintahan Seperti Kepolisian, TNI, dan beberapa Pns setempat juga turut serta memeriahkan Hari Sumpah Pemuda yang di selenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Dispora Karanganyar

Dalam Ekspedisi atau pendakian Gunung Lawu tersebut sendiri diberangkatkan dari pintu Cemoro Kandang dan dipimpin lengsung oleh bapak Bupati dan wakil Bupati Karanganyar Bapak Drs juliatmono dan Rohadi Widodo yang biasa disingkat YURO. Dan dari pihak komunitas Relawan Independen Karanganyar sendiri dimintai bantuan untuk sebagai penyapu bersih para peserta alias berada di garda paling buncit untuk bersiap-siap jika ada hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam Ekspedisi Gunung Lawu dalam rangka memperingati dan mengisi hari sumpah pemuda yang diadakan di puncak lawu tersebut juga sebagai ajang untuk memperdalam pengetahuan jalur serta mendeteksi ulang jalur mana saja yang berbahaya dan sebagai lumbung permasalahan yang bisa mengancam bagi keselamatan jiwa para pendaki di jalur pendakian Gunung Lawu tersebut.

Pendakian atau Ekspedisi Gunung lawu yang diadakan oleh Dinas Pariwisata dan Dispora Karanganyar tersebut tak kurang lebih dari 150-an peserta dari kurang lebih 100 Komunitas yang ada di Karanganyaranyar maupun wilayah terdekat Karanganyar. Komunitas Relawan Independen Karanganyar sendiri hanya menurunkan tak kurang dari 10 personil untuk membeck up acara yang turun melalui jalur canti cetho tersebut.

KRI Karanganyar yang sebagai penyapu bersih bersama Sarkab Kabupaten Karanganyar menilai ada beberapa jalur pendakian Gunung Lawu yang sedikit rawan bagi para pendaki khususnya yang lewat via Candi cetho dikarenakan banyak jalur yang licin serta ada beberapa yang terjal sehingga sedikit membutuhkan tingkat konsentrasi yang lebih bagi para pendaki.

Seperti yang telah disampaikan oleh Bapak Ketua Komunitas Relawan Independen Karanganyar Tarwanto “kita sebagai salah satu komunitas yang terjun di bidang penolong atau Rescue merasa sangat bertanggung jawab baik secara moril maupun non moril jika ada kejadian yang tidak diinginkan oleh para pendaki terutama yang bisa membahayakan keselamatan jiwa, sehingga merasa perlu ikut andil dalam kegiatan tersebut. Dan ketika ada kejadian yang tidak diinginkan kita bisa langsung dapat memetakan serta bagaimana kita harus bertindak. dan jangan malah kita yang niat serta bertindak sebagai penolong akan ditolong serta merepotkan penolong yang lain dikarenakan kita kurang memahami dan menjiwai akan jalur mana saja yang berbahaya serta yang berpotensi berbahaya” begitu imbuhnya.

Selain Itu beliau berharap juga acara yang positif semacam itu harus sering-sering diadakan khususnya bagi anak-anak muda supaya lebih tahu dan tidak melupakan akan tentang sejarah. karena beliau juga menggangp acara tersebut bisa menumbuhkan rasa nasionalisme terhadap bangsa dan negara khususnya Bagi Masyarakat Karanganyar sendiri dan supaya lebih cepat mencapai cita-cita yang dicanangkan oleh para leluhur bangsa ini. begitu pungkasnya”

Karanganyar maju…..
Karanganyar…sejahtera…
KRI Penyemangat Ibadahku…..