Adanya lahan hijau di sekitar kota sangat dibutuhkan sebagai paru – paru kota yang dapat menghasilkan oksigen atau udara yang kita hirup setiap hari. Dengan kehadiran pohon tersebut menjadi paru-paru kota, selain dapat memghasilkan oksigen, juga berfungsi memfilter berbagai gas pencemar, pengikat karbon, debu, dan pengatur iklim mikro ditengah tingginya polusi udara khususnya asap kendaraan.

Bayangkan jika satu kota hanya terdiri dari hutan beton dan aspal yang dikerumuni oleh jutaan kendaraan bermotor. Air hujan tidak akan bisa meresap, alhasil banjir dimana – mana. Dengan dibuatnya lahan hijau berupa taman kota selain berfungsi sebagai paru – paru kota, keberadaan taman yang nyaman dan teduh akan menjadi daya tarik bagi masyarakat yang kemudian akan menjadikan tempat tersebut sebagai tempat untuk menyejukkan diri dan menenangkan hati serta pikiran, atau bisa juga digunakan sebagai tempat untuk berkumpul bersama orang – orang tersayang.

Seperti yang baru saja dilakukan oleh Komunitas Relawan Independen bidang Devisi Konservasi pada hari Kamis, 25 Januari 2018 di alun – alun kidul solo. Mereka melakukan penanaman pohon serta perawatan pohon yang sudah ditanam sebelumnya. Kali ini KRI bekerja sama dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta.

Masyarakat sekitar merespon baik dengan apa yang mereka lakukan. Namun ada beberapa hal yang membuat alun – alun tersebut terlihat kurang baik karena ada beberapa tanaman yang rusak dan tidak terawat, serta masih banyak yang membuang sampah sembarang.

Melalui kegiatan yang mereka lakukan ini, diharapkan masyarakat lebih memiliki kesadaran terhadap lingkungan di sekitarnya. Agar tetap menjaga dan merawat lingkungan sekitar. Untuk menciptakan keadaan lingkungan yang sehat dan bersih.

Avignam Jagad Samagram

 

_MarselaKristiana_