Cara kerja air dalam proses pemadaman adalah:
. Sebagai media pendingin dari panas
Menghilangkan panas dari Api dengan menghilangkan unsur panas pada segitiga api
. Menyerap panas dalam jumlah besar
Air akan mengembang menjadi uap dan partikel uap akan menyerap panas dalam jumlah yang sangat besar
. Menutupi media dari Oxygen
Air akan mengisi celah antara material yang terbakar dengan oxygen bilamana proses pendinginan maksimal dan akan menghilangkan aspek oxygen dalam segitiga api
Keuntungan:
Air adalah media yang mudah ditemukan / didapatkan

Media Pemadaman paling murah

Sangat menyerap panas dalam kapasitas besar dibanding media pemadaman yang lain

Air akan berubah menjadi uap secara otomatis bilamana terpapar panas yang akan mengurangi panas secara dramatis

Semakin banyak air yang terpapar panas, maka akan semakin banyak panas yang terserap

Ketersediaan alat pendukung untuk media pemadaman air sangat beragam hingga bisa disesuaikan dengan keperluan & anggaran

Kerugian:
Air adalah media pemadaman yang korosif, sehingga tidak tepat untuk area – area tertentu

Konduktor listrik, beresiko terhadap fire fighter bila memadamkan api pada material atau area yang bertegangan.
Diperlukan pengalaman & technique khusus pada pemadaman material / wilayah yang bertegangan dengan menggunakan media air

Uap yang dihasilkan pada proses pemadaman mempunyai temperature yang tinggi, beresiko terhadap firefighter & penghuni bangunan.
pemahaman dan pelatihan yang berkesinambungan akan dapat mengurangi resiko yang fatal

Air mempunyai titik beku yang tinggi, sehingga pada daerah yang mempunyai musim dingin akan sangat memungkinkan adanya penyumbatan pada jalur pemadaman karena pembekuan
Tidak efektif pada kebakaran kelas D

Pada proses pemadaman kebakaran peran air adalah mendinginkan secara ber angsur-angsur panas pada material dan proses penguapan air karena bertemunya panas dengan air maka akan menjadikan media uap air sebagai absorber panas, semakin panas material maka akan semakin banyak uap yang terbentuk dan akan semakin banyak panas yang terserap.

Dan bila proses pendingin berlangsung maka secara simultan proses pelapisan material dengan air terjadi

Air akan berubah menjadi gas pada suhu 100°C atau lebih, Pada suhu ini (<100°C) form awal menjadi tidak terlihat mata dan hal ini disebut Water Vapor
Pada saat uap menjadi dingin dan mulai terlihat bentuk formnya, hal ini disebut condensed steam
Air akan mengembang 1700 X dari Volume awal saat dirubah menjadi uap

Proses penguapan air pada proses pemadaman api tidak berlangsung secara bertahap tapi sangat cepat bila ruangan penuh dengan asap & gas

Uap air akan menggusur gas & asap dari ruangan bila kecukupan ventilasi terpenuhi

Pada pemadaman di dalam ruang tertutup harus ada
ventilasi yang memadai untuk alur keluar gas-gas panas untuk mencegah steam rollback dikarenakan terganggunya thermal layering pada ruang, terbakarnya hydrogen pada air & tekanan yang dihasilkan dari penguapan

Bilamana kesyaratan utama dalam perlindungan diri tidak terpenuhi maka untuk pemadaman pada ruang berukuran medium (contoh: 25m x 15m x 3m) jika tekanan air memadai ( <40psi tekanan pada nozzle ) maka Firefighter tidak perlu masuk kedalam ruangan untuk pemadaman tapi hanya menyemprotkan air dari luar ruangan karena ruangan akan dipenuhi dengan uap air untuk proses pemadaman

Penyerapan panas pada material akan lebih efektif bilamana pancaran air berbentuk partikel kecil dibanding dalam bentuk solid

Contoh:
1 kubik inch (1 638.7mm³) Es batu dimasukan kedalam segelas air memerlukan waktu yang agak lama untuk menyerap panas air didalam gelas tersebut, ini karena luas permukaan dari es tersebut hanya 6 inch persegi (3870mm² atau 38.7cm²) yang terkena paparan. Namun jika kita pecah-pecah Es tersebut menjadi ⅛ bagian (204.8mm³) dari bentuk awal maka luas permukaannya akan menjadi 48 inch persegi (30 967mm² atau 309.7cm²) yang terkena paparan air. Maka Es batu tersebut akan lebih cepat mendinginkan air di gelas tersebut.

prinsip yang sama bilamana kita aplikasikan air untuk pemadaman