BELAJAR MENGOPRASIKAN LCR, GUNA MENANGGULANGI KEJADIAN LAKA AIR / WATER RESCUE

KRI.OR.ID,BOYOLALI-Makin meningkatnya volume kecelakan di air atau laka air yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan keprihatinan yang sangat serius dikalangan masyarakat.

Komunitas Relawan Independen (KRI) sendiri sangatlah prihatin dengan kejadian seperti itu, apalagi kecelakaan tersebut banyak merenggut korban nyawa dari berbagai usia, entah laki-laki ataupun perempuan.

Sebagai organisasi yang juga menangani tentang pertolongan atau istilah nya SAR, KRI diwajibkan mempunyai skill yang mumpuni guna menanggulangi kejadian laka air tersebut, salah satunya pengoprasian mopel (motor tempel) LCR sebagai sarana penujang operasi water rescue.
seorang rescuer air (sebutan penolong dalam water rescue-red) diwajibkan untuk mempunyai skill dibidang tersebut, guna menunjang operasi-operasi SAR water rescue.

Pada minggu 24 september 2017,sedikitnya 100-an anggota SAR KRI perwakilan dari beberapa wilayah se eks-karesidenan surakarta mengasah skill dan menambah wawasan dibidang pengoperasian mopel atau motor tempel LCR.

kegiatan yang dilakukan di Waduk Cengklik, Ngemplak, Boyolali tersebut berkolaborasi langsung dengan SAR HNC Lanud Adi Sumarmo Solo sebagai mitra SAR dari KRI.

Rangkain kegiatan tersebut diawali dengan perakitan perahu LCR. yang dimulai dari pemasangan dek, pemompaan perahu, Pemasangan mopel, serta pengoprasian.

ketua umum Komunitas Relawan Independen (KRI) Bapak Mario menegaskan bahwasannya terkhusus untuk anggota KRI dalam bidang SAR diwajibkan mempunyai skill yang mumpuni untuk bisa mengoperasikan perahu LCR.
“ya, khusus anggota yang ada di divisi SAR harus mempunyai skill yang tinggi. jangan sampai kita me-rescue, malah kita yang di-rescue.” ujar ketua umum KRI.

Terlebih dari itu semua,anggota SAR KRI sangat antusias menyambut pelatihan-pelatihan yang didapat.
saudara Satria, sebagai ketua kegiatan acara tersebut juga membahkan, pentingnya berlatih untuk terus mengasah skill yang ada pada diri sendiri.
“Jika kita terus belajar, tidak mustahil jika ilmu kita akan sangat bermanfaat bagi sesama.” imbuhnya.

(Editor/Denmas Idin/Doc.2017/KRI/Water_Waduk_Cengklik)