Tingginya curah hujan yang terjadi beberapa hari ini, mengakibatkan banyaknya genangan yang terdapat diberbagai wilayah, sehingga menyebabkan terjadinya bencana alam banjir. Bahkan sebagian wilayah terkena dampaknya berupa tanah longsor. Bencana banjir sering terjadi pada musim hujan. Terjadinya banjir karena curah hujan yang tinggi.

Sementara sumber daya alam seperti hutan yang telah rusak dan prasarana untuk mengalirkan air tersumbat . Daerah yang terkena banjir, biasanya akan mengakibatkan kegiatan masyarakat akan lumpuh, terlebih lagi jika itu besar dan memakan waktu berhari-hari. Dampak dari daerah yang terkena banjir pada umumnya akan terlihat kumuh atau kotor, banyak bibit penyakit yang timbul, khususnya penyakit kulit, dan bekas genangan air akan tetap terlihat hingga air benar-benar surut. Selain itu masyarakat yang berada ditempat terkena banjir bisa tinggal di tempat pengungsian demi keselamatan mereka.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengingatkan masyarakat untuk waspada, terhadap peningkatan potensi hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah bagian Selatan dan Jawa Timur bagian Selatan. Hal itu dikemukakan BMKG dalam siaran pers yang dilansir lewat akun Twitter @infoBMKG, Minggu, 26 November 2017. Dalam siaran pers itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG R. Mulyono Rahadi Prabowo menyebutkan, peningkatan potensi hujan lebat dan angin kencang lebih dari 20 knots itu diperkirakan terjadi Senin, 27 November 2017 dan Selasa, 28 November 2017.

Potensi hujan lebat dan angin kencang itu merupakan dampak terbentuknya dua bibit siklon di sekitar Indonesia. Saat ini, terpantau dua bibit siklon yang berada dalam wilayah tanggung jawab Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta. Bibit Siklon 95S di selatan Jawa Tengah pada 26 November 2017, dengan pusat sekitar 9,6LS, 109,4BT atau sekitar 240 km sebelah selatan barat daya Cilacap, Jawa Tengah. Bibit siklon tersebut bergerak kearah Utara Barat Laut kemudian akan berbelok ke timur keesokan harinya. Kecepatan angin maksimum sekitar 25 knot (45 km/jam), dengan tekanan terendah 1003 mb.

Dalam waktu bersamaan, terdapat bibit siklon tropis 96S di Samudera Hindia sebelah Barat Daya Bengkulu di 6,8LS, 94,2BT yang bergerak ke arah timur tenggara. Bibit siklon yang berada di selatan Jawa lebih memiliki potensi untuk tumbuh menjadi siklon tropis. Bibit ini memberikan pengaruh terhadap cuaca di wilayah Indonesia, khususnya Jawa. Selain hujan lebat dan angin kencang, bibit siklon juga berdampak munculnya potensi gelombang tinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Perairan Selatan Banten dan Jawa Barat, Perairan Selatan Jawa Timur, Perairan Selatan Bali, Perairan Selatan Lombok, Perairan Selatan Sumbawa. Gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Banyaknya bencana yang terjadi akibat cuaca buruk akhir-akhir ini, membuat Komunitas Relawan Independen tergerak hatinya untuk menolong serta mengevakuasi korban yang menjadi korban bencana alam. Anggota dari KRI tersebar diberbagai wilayah terpantau melakukan evakuasi. Seperti di Solo Raya, mereka mengevakuasi korban banjir diberbagai wilayah dari malam tadi hingga hari ini belum juga selesai. Ada juga yang bertugas mengevakuasi korban di wilayah Wonogiri, Pacitan, Ponorogo, Jogja dan wilayah lain. Tanpa mengenal lelah mereka mengulurkan tangan untuk membantu sesama. Semoga apa yang mereka lakukan akan menjadi budi baik yang mereka unduh nanti.

Untuk masyarakat dihimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang dan jalan licin.

Avignam Jagat Samargam

~MarselaKristiana