Tak jauh dari hiruk pikuk kota yang ramai dengan semboyannya MAKMUR. Tinggal seorang nenek disebuah rumah kecilnya dengan atap yang sudah lapuk karena termakan usia. Mbah Royo namanya, beliau tinggal seorang diri sejak suami dan anaknya yang telah lama meninggal dunia. Mbah Royo tinggal di desa arak-arak, telukan, sukoharjo, tepat di samping tanggul sungai bengawan solo (kali bacem).

Demi memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari Mbah Royo bekerja sebagai penjual tempe, tempe tersebut ia ambil dari tetangganya yang memproduksi tempe. Hasilnya pun tak seberapa, hanya cukup untuk makan sehari-hari. Namun tak jarang Mbah Royo tidak mendapatkan uang, jadi hanya berharap jika ada tetangga yang datang memberinya makanan.

Miris melihat keadaan rumah Mbah Royo dengan atap yang sudah lapuk, lantai masih tanah, diperparah dengan tidak adanya kamar mandi. Jadi selama ini Mbah Royo melakukan aktivitas MCK dengan menumpang di tetangganya. Akses jalan untuk menuju kerumah Mbah Royo pun cukup sulit, ada dua, yang satu pasti becek jika hujan turun, dan yang satu harus melewati rerumputan yang cukup rimbun.

Komunitas Relawan Independen Sukoharjo belum lama ini telah mengunjungi Mbah Royo, dengan menberikan bantuan berupa sembako dan sedikit uang untuk bisa dipergunakan. Bersama kami Mbah Royo bercerita, ia berharap diusianya yang sudah lanjut ini tetap diberikan kesehatan, karena jika ia sakit, tak akan ada keluarga yang merawatnya. Itu karena Mbah Royo hanyalah tinggal sebatang kara. Semoga apa yang kita berikan dapat bermanfaat untuk Mbah Royo, dan semoga Mbah Royo selalu diberikan kesehatan…….

~ marCella ~