Mbah Rubiah, seoarang nenek paruh baya berusia 80 tahun, tinggal disebuah gubuk kecil dan pengap di suatu desa di dusun Balongan Rt 01/ Rw 01 Desa Pulosari, Jambon Ponorogo. Sudah lama ia tinggal sendiri sebatang kara tanpa suami dan anaknya yang telah meninggal dunia.

Kini hidupnya hanya bisa pasrah setelah tibuhnya digerogoti penyakit Kusta sejak tahun 1978.
Sejak penyakit yang dideritanya semakin parah, dia tidak bisa menjalankan banyak aktivitas, karena pengelihatannya sudah mulai kabur dan kedua tangannya pun terkikis oleh penyakit tersebut. Setiap harinya ia dirawat oleh seorang tetangga yang sangat memperdulikannya. Mbah Rubiah hanya bisa mengandalkan bantuan dari tetangga dan para relawan yang membantunya.

Tak jarang pun para tetangga banyak yang enggan mengurus atau sekedar menengok Mbah Rubiah, karena mereka jijik dan mengetahui jika penyakit Kusta itu adalah penyakit yang menular. Hanya satu atau dua orang saja tetangga yang mau mengurusnya.

Baru baru ini Komunitas Relawan Independen Sukoharjo bekerja sama dengan KRI Ponorogo melakukan kegiatan bakti sosial yang ditujukan kepada Mbah Rubiah. Beberapa sembako, pakaian, perlengkapan mandi, serta sejumlah uang kita berikan kepada Mbah Rubiah untuk mengurangi sedikit bebannya.

Mbah Rubiah sering meminum air mentah dari kran air, karena kondisi fisiknya yang terbatas membuatnya susah untuk membeli air matang atau sekedar merebus air.

Pada saat kita temui kondisi Mbah Rubiah sudah sedikit membaik, ia sudah bisa berjalan jalan walau hanya sekedar menyapu di halaman rumahnya, namun dengan meraba – raba tembok karena pengelihatannya sudah kabur. Pendengran Mbah Rubiah pun sudah terganggu, jadi tak jarang kami harus berteriak ketika mengajaknya untuk berkomunikasi.

Saat itu Mbah Rubiah mengungkapkan betapa bahagianya karena kami jauh jauh dari Sukoharjo mau datang untuk menjenguknya.

Pak RT pun sedikit menceritakan kondisi Mbah Rubiah yang dulu dan sekarang. “Sekarang kondisinya sudah lebih mrmbaik, karena kesehatannya masih sering dikontrol oleh Ibu Bidan setempat.” Ungkap Pak Rt.

Pak RT juga menceritakan bahwasanya rumah Mbah Rubiah akan dibongkar agar sirkulasi udara bisa masuk, serta rumah tidak terasa pengap dan ada cahaya masuk agar rumahnya tidak gelap.

Semoga apa yang kita berikan mampu meringankan sedikit beban Mbah Rubiah. Serta Mbah Rubiah segera diberikan kesembuhan, dan dijauhkan dari penyakit apapun.

_MarselaKristiana_